Dongeng Seribu Bulan

Repost blog lama : 15 Juni 2015

Ramadhan hampir tiba! Yeay.. Tahun lalu saya membuat acara kecil  untuk Menyambut tamu istimewa dengan mengajak anak-anak makan es krim bersama sehari menjelang Ramadhan.  Nah, tahun ini saya terpikir untuk membuat kembali acara menyambut Ramadhan ini supaya menjadi sebuah tradisi yang ditunggu Oza dan teman-temannya. Ceritanya pengin digarap lebih serius *tsaah.. hihi Bukan apa-apa sih, soalnya sekarang Oza sudah semakin besar dan banyak yang ditanya. Makanya dari 2 minggu menjelang Ramadhan saya sudah menyiapkan  beberapa nuansa ‘kemeriahan’ Ramadhan yang bisa ditangkap oleh mata, flag bunting yang saya unduh dari sini dan juga mengubah susunan rak buku dengan mengisi buku-buku cerita islami di bagian paling depan.  

Lalu saya terpikir untuk mengundang anak-anak untuk mendengarkan dongeng. Terus siapa yang akan mendongeng? Oza bilang bunda aja yang dongeng, haha.. tapi saya nggak mau mengingat kemampuan dongeng saya lokal banget, cuma kelas rumahan aja :D. Lebih tepatnya, saya belum punya nyali mendongeng di depan banyak anak. Berpikir sebentar dan langsung teringat dengan kak Awam prakoso dari Kampung Dongeng yang rumahnya dekat dengan komplek saya.


Sempat kesulitan menemukan jadwal yang cocok karena menjelang Ramadhan kak Awam banyak sekali panggilan mendongeng. Tapi tiba-tiba di suatu pagi,  ada kabar kalau ada satu slot kosong di tanggal 11 Juni, langsung deh saya setuju. Walaupun persiapannya jadi cuma 4 hari. Antara senang tapi terus bingung karena persiapannya minim dan tiba-tiba hari itu saya ada undangan perpisahan komite sekolah, jadi nggak sempatlah itu yang namanya bikin macam-macam, haha..

Tapi saya nggak kehilangan akal, soal makanan saya terpikir untuk memanggil mamang-mamang langganan yang suka keliling komplek. Akhirnya, mas Bambang yang mie ayamnya mantap dan mas Adi penjaja bakso malang ikut jadi pendukung acara. Saya cuma bikin jus jambu dan merebus edamame, sementara sisanya pesan ke tetangga, mulai dari es susu kacang kedelai, susu kacang hijau, cheese stick, sampai sempat pesan Pizza Miniqu buat anak-anak dari seorang teman satu perjuangan di UKM Binaan Shell. Dekor cuma modal dari alphabet unduhan internet, balon, kardus bekas sama kain untuk cushion yang belum saya jahit.  Persiapannya dibantuin sama asisten juara si mbak Popo dan nyulik Oni, adiknya mimin Emeno yang lagi libur sekolah. Satu lagi, pak Nalan, tukang ojek langganan yang saya berdayakan buat naik-naik gantung tali dan perintilan lainnya.

Persiapan dekornya cuma sehari, paginya dibantuin krucil memompa balon, pinjam meja kursi tetangga dan karena yang datangnya nambah terus, jadi saya sewa meja kursi tambahan dari juragan penyewaan perlengkapan hajatan di sebrang komplek, haha..  


Sorenya anak-anak yang habis mandi mulai berdatangan ke rumah Oza. Kak Awam datang lebih dulu bawa rombonan keluarga dari Kampung Dongeng, termasuk Miqdat, anaknya yang sore itu ikut bernyanyi. Anak-anak yang awalnya malu-malu langsung sumringah lihat ice breakingnya kak Awam. Suka sekali melihat ekspresi anak-anak sore itu, dari mulai terpana sampai tergelak-gelak liat kak Awam mendongeng. Dan para ibu yang mengantar juga ikut menyaksikan dongeng dan katanya bukan hanya terhibur, tapi senang bisa sekalian silaturahmi kepada para tetangga.

Saya senang sekali melihat beberapa tetangga yang lama tidak terlihat menyempatkan datang, banyak juga para tetangga baru yang mau datang untuk saling mengenal, beberapa asisten rumah tangga yang mewakili para mama yang bekerja juga ikut duduk manis dan beberapa sahabat yang menimang anak bayi sengaja datang, oh juga para ayah dan semua ikut larut dalam keriaan menyambut Ramadhan yang sudah di depan mata. 

Usai acara, anak-anak dapat bingkisan super mini berisi berupa beberapa butir coklat Berrys yang sudah saya beri label dari In My studio.    Semoga acara yang sederhana ini bisa terekam dalam benak anak-anak, dan semoga saya dan kita semua bisa menghidupkan rasa suka cita menyambut Ramadhan di tahun-tahun mendatang. Karena sebagai bulan istimewa, Ramadhan memang layak mendapat sambutan khusus. Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir bathin ya, selamat menjalankan ibadah puasa dari saya sekeluarga =)


Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

INSTAGRAM
https://www.instagram.com/adenits/