READING

Kemudahan Yang Seringkali Luput Terdeteksi

Kemudahan Yang Seringkali Luput Terdeteksi

Masa-masa pandemi beberapa waktu terakhir ini memang sungguh menguras emosi. Siapa yang nggak patah hati melihat video Taman Pemakaman Covid yang penuh? Hati siapa yang nggak bergetar melihat 45 orang dimakamkan dalam sehari untuk kasus yang sama, dan ini baru di
satu TPU di Jakarta, entah untuk Provinsi lain…


Sebagian orang yang saya lihat sikapnya paling positif dalam merespon masalah selama ini, bahkan terlihat sudah mulai kehabisan energi. Sulit untuk berbaik sangka pada orang lain, bahkan kadang pada Allah. Astaghfirullah…

Sungguh, kalau nggak pakai ‘kacamata’ ilmu dan iman, buyar deh semua yang ada di hati. Ya, walaupun yang di sini ilmu dan imannya masih kaya parutan kelapa di kue Putu sih…

Jadi, terngiang terus nasehat di Kajian Riyadush Shalihin Ustadz Nuzul tadi pagi. “Yang membuat terpuruk itu, bukan kondisi. Tapi karena iman dan ilmu yang kurang, akhirnya jadi salah merespon masalah. Dan kesalahan merespon masalah yang paling parah adalah buruk sangka sama Allah.”

Padahal, sebuah kesulitan tidak akan pernah mengalahkan 2 kemudahan. Surat cinta Allah di surat Al Inshirah diulang dua kali, bahwa porsi kemudahan lebih banyak dari porsi kesulitan. Ini sesuatu yang pasti, nggak ada keraguan masalah ini. Kadang mata kita gagal mendeteksi kemudahan karena kemudahan yang dilihat hanya urusan dunia. Jadi kalau kerjaan mentok, omzet bisnis turun, pesanan sepi, urusan nggak kelar-kelar kita
seolah merasa nggak dapat kemudahan.


Padahal kata Al Imam Ibnu Razaq, diantara kemudahan yang kita rasakan pada saat kondisi sulit adalah ketika kita lebih mudah untuk sadar akan dosa dan kesalahan kita selama ini. Menyadari dosa itu penting. Karena dosa adalah akar masalah dari dunia dan akhirat. Masya Allah! Merasa punya dosa aja sebuah kemudahan yang kadang nggak terdeteksi. Kemudahan yang nggak terungkap, yang kalau nggak dikasih kesulitan, nggak sadar-sadar…

Dengar nasehat ini rasanya kaya abis siuman dari dibius. Dan langsung pengin nyari di lapak online, “Kacamata ilmu”…

Tapi yang ada hasil pencarian hanya kacamata radiasi komputer… *Nguk!


Tetap semangat dan jaga kesehatan, Teman-teman!


  1. fans #1

    1 January

    ooo kirain kaca mata radiasi hati 😛kriuk

    barokallohufiik neng ade yang tulisannya bikin adem jiwa raga. andai skillnya bisa menular macem virus corona, mau dong ditularin.

    *sun kangen

    • Adenita

      5 January

      Masya Allah, emang kalo apa-apa dibaca di dalam rumah yang baru renov itu jadinya serba adeeem yaaa hahaa
      Btw, haturnuhun iiih.. Terharu dikunjungi sama Ustadzah yang menggawangi edukasi ibu menyusui seendonesiah rayaa, duh..tau mau berkunjungkan gelar karpet merah dulu gitu 😀 *salam kangen 24 Karat!

    • Adenita

      5 January

      Masya Allah, emang kalo apa-apa dibaca di dalam rumah yang baru renov itu jadinya serba adeeem yaaa hahaa
      Btw, haturnuhun iiih.. Terharu dikunjungi sama Ustadzah yang menggawangi edukasi ibu menyusui seendonesiah rayaa, duh..tau mau berkunjungkan gelar karpet merah dulu gitu 😀 *salam kangen 24 Karat!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

INSTAGRAM
https://www.instagram.com/adenits/