READING

Ketika Anak-anak (bermain saat) Isoman.

Ketika Anak-anak (bermain saat) Isoman.

Salah satu hal yang sangat saya syukuri saat Isoman kemarin adalah anak-anak tidak ada yang sakit tenggorokan sehingga mudah untuk makan apa saja. Karena mereka lebih cepat sehat, jadi mereka layaknya anak-anak yang inginnya bermain dan bermain.

Bahagia banget kalau ada yang kirim jus, karena anak ini doyan sekali. Bisa habis sendiri botol 500 ml dalam sehari :D.
Bahagia banget kalau ada yang kirim jus, karena anak ini doyan sekali. Bisa habis sendiri botol 500 ml dalam sehari :D.

Dalam kondisi saya dan Agung yang lemah, kami hanya bisa menemani main semampunya. Hal-hal ringan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti baca buku, main origami atau bercerita. Sisanya, kami memang agak meloggarkan waktu untuk screen time, lebih lama dari waktu normal.

Alkisah, beberapa hari sebelum kami terdiagnosa positif, saya membeli mainan Waterbeads (16 ribu/ pack), Pipa Magic Straw (35 ribu/set) dan Sand Painting (140 ribu) di toko online. Mainan yang cukup ekonomis tapi bisa jadi tambahan aktivitas Olea untuk mengasah motorik halusnya. Ternyata mainan itu sangat bermanfaat jadi hiburan di saat anak-anak Isoman kemarin.

Di luar dugaan, sedotan ajaib yang tadinya untuk mainan Olea ternyata malah jadi bisa dimainkan bersama para kakak. Isinya hanya sedotan tapi dari bahan plastik keras lalu ada semacam konektornya. Hanya dua jenis itu tapi bisa dimainkan seru, bikin bola, payung-payungan, terowongan atau apapun tergantung imajinasi anak. Bisa juga dibentuk jadi lingkaran plus gagang untuk bermain gelembung sabun.

Main-main cat warna dan mengecat kardus bekas yang sudah dibentuk. Ini biasanya dilakukan sambil berjemur dan sambil dadah-dadah sama anak-anak tetangga di sebrang rumah yang biasanya suka jadi teman main barengnya Olea dan Oza.

Sand Painting. Ini biasanya aktivitas yang suka ditawarkan di play ground mall. Tapi karena butiran pasirnya halus sekali, harus agak hati-hati takut kena mata atau termakan. Lumayan menghibur melihat warna-warninya. Saya sengaja gunakan alas kain dan sedia sapu dekat-dekat situ supaya kalau mau membersihkan setelah main, nggak terlalu repot. Tinggal kibas-kibas di kain di luar.

Menulis Pengalaman Isoman

Untuk Oza dan Tiara yang sudah cukup besar dan punya hobi masing-masing ini, selain suka bikin-bikin masakan atau minuman kesukaan mereka sendiri, akhirnya saya meminta mereka untuk menuliskan pengalaman Isomannya. Sambil berjemur mereka bertukar ide, sengaja saya minta tulis dulu dengan tangan lalu besoknya meminta untuk dipindahkan ke Canva.

Mencatat Kajian

Waktu saya lihat mereka sudah pada sehat dan mulai pada petakilan lagi, saya minta Oza dan Tiara untuk mencatat kajian-kajian pendek. Tadinya saya gunakan satu laptop, tapi ternyata terjadi keributan kecil. Mungkin Oza sudah agak terbiasa mencatat kajian, jadi bisa melakukan lebih cepat. Untuk Tiara, karena belum terbiasa jadi agak lama. Akhirnya terpaksa media kajiannya dipisahkan. Kegiatan ini memang nggak lama, tapi paling nggak dalam satu hari ada tambahan asupan iman buat anak-anak.

Kadang kalau sedang ada kajian anak Kak Erlan, saya juga minta mereka ikuti dan mencatat semampunya.

Merawat Iman

Selain merawat diri dan barang-barang yang dimiliki, anak-anak juga diajak untuk merawat iman. Di tengah pandemi dan masa isoman kemarin, kami mengajak anak-anak untuk mentafakuri banyak hal. Biasanya habis Subuh, setelah dzikir pagi dan mengaji, anak-anak diajak ngobrol Ayahnya soal apapun yang berhubungan dengan isu saat ini. Sulitnya orang-orang mendapat kamar di rumah sakit, langkanya obat-obatan dan tabung oksigen, ataupun membahas ayat-ayat Allah yang berhubungan dengan dunia mereka. Obrolan pagi yang sarat akan tauhid ini penting, semacam tanaman yang terus menerus disiram dan dirawat.

Terutama membicarakan banyaknya nikmat Allah yang harus disyukuri. Nikmatnya hari itu bisa bangun pagi dan menghirup udara segar tanpa alat bantu apapun.

Nikmatnya bisa menikmati rasa buah-buahan yang dimakan.

Nikmatnya bisa berkumpul lengkap dengan keluarga.

Nikmatnya mendapat ilmu baru

Nikmatnya bisa mengaji dan membaca Al-qur’an serta menghapalnya walau hanya seayat demi seayat

Nikmatnya dikasih kesehatan, yang harus dijaga kalau sembuh nanti dan aneka nikmat Allah yang terus diperlihatkan di hadapan kami.

Masya Allah Tabarakallah…

Membuat Properti Foto Saat Lulus Isoman

Ide ini sebenarnya nggak penting, tapi ternyata malah disambut meriah sama Oza. Akhirnya mereka semangat bikin properti foto bertemakan lulus Isoman. Sibuk gambar dan ide mau nulis apa. Maunya bikin di kardus yang besar, tapi akhirnya bikin di kertas HVS yang ada saja. Sambil bikin, sambil memberikan semangat positif bahwa kita Insya Allah sembuh dengan pertolongan Allah.

Sebenarnya mungkin masih banyak aktifitas anak-anak yang bisa diekplorasi lagi. Tapi dengan segala keterbatasan saya di tengah gejala sakit yang mendera, cuma ini yang mampu dilakukan.

Semoga Allah berikan pertolongan dan kemudahan anak-anak hebat di luar sana yang juga sedang menjalani Isoman untuk tetap bermain dan sehat kembali, aamiin.


Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

INSTAGRAM
https://www.instagram.com/adenits/