Mengeja Rindu

Ada yang ingat, tiga tahun lalu di awal bulan ini isu Covid dimulai. Lalu kita semua ada dalam skenario Allah untuk melewati sebuah masa yang disebut pandemi. Nama yang kala itu hanya saya dengar di istilah  kedokteran, dari sejarah dunia, lalu tiba-tiba dia hadir menghantam penjuru negeri. Dan… rasanya dunia tidak lagi sama.

Ada banyak cerita pilu yang terserak dalam pandemi yang menyodorkan 1001 cerita bertema kehilangan. Ketir. Sesak. Tidak sanggup rasanya untuk mengingat. Tapi, banyak juga kisah-kisah yang sulit dipercaya tapi terjadi nyata di depan mata. Belajar online yang dulu hanya dinikmati Sebagian orang, tiba-tiba saja menjadi pengalaman bersama. Serentak. Warna baru dalam belajar anak-anak. Gadget yang semula dihindari, semenjak pandemi semua anak lekat dengan belajar online.

Working from Home. WFH. Istilah yang mendadak beken. Istilah yang mungkin dulu adalah fasilitas mewah bagi sebagian orang dengan level kerja setara manager atau di atasnya. Sisi lain pandemi, semua pekerja kantoran di berbagai level mendapat kemewahan yang sama.

Kajian yang semula hanya ada di masjid, lalu merebak ada kajian online. Kemudahan mendapatkan akses ilmu agama seperti dibuka selebar-lebarnya. Kajian kitab yang biasanya hanya bisa dihadiri setiap pekan, saat itu dengan fasilitas ónline’membuat intensitas jadi meningkat. Rutin. Meski tentu kajian offline, tatap muka langsung Bersama para guru, duduk di majelis bersama teman-teman tidak akan tergantikan kenikmatannya.

Hampir tiga tahun berlalu. Alhamdulillah, Allah mudahkan pandemi berlalu. Masa yang pada akhirnya mengajarkan kita mengeja rasa rindu. Betapa rindunya Ketika lama harus kehilangan momen berkumpul dengan keluarga dan sahabat tercinta.

Betapa rindunya yang sakit untuk dijenguk. Tapi jangankan dijenguk, yang ada harus dipisahkan seorang diri dari kehidupan bersama yang sehat. Rindu menghirup udara tanpa masker. Rindu jajan di pinggir jalan tanpa rasa khawatir. Dan pastinya masih banyak rasa rindu lainnya, yang berbeda yang dirasakan oleh setiap orang.

Malam ini saya rindu sekali. Rindu mengunjungi blog saya. Tempat saya bercerita dan melewati malam sebelum tidur untuk menulis cerita-cerita seru tentang hari yang dilewati. Begitu banyak hal yang terjadi dan disyukuri. Perputaran cerita, loncat dari satu kotak cerita ke kotak lainnya. Lingkaran teman yang berganti. Topik pembicaraan yang semakin mendalam, fokus cerita yang yang tidak lagi sama. Peta hidup yang arahnya berubah. Meski insya Allah ke arah yang lebih baik, tapi peta itu banyak mengubah haluan atas pilihan-pilihan hidup lainnya.

Rasanya pengin cerita satu persatu, tapi entah sanggup atau nggak waktunya. Meski nggak mungkin semua, tapi paling tidak pengin cerita top 3 yang paling banyak menyita waktu. Semoga Allah mudahkan buat bisa balik lagi nulis di blog. Rindu sangat! Rindu membaca panjang, rindu menulis panjang juga. dan rindu untuk menyapa yang sedang baca… =)


Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

INSTAGRAM
https://www.instagram.com/adenits/